๐๏ธ Sekilas Sejarah & Transformasi MWA UPI
Majelis Wali Amanat (MWA) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) bukan sekadar organ pelengkap, melainkan pilar strategis dalam tata kelola universitas. MWA lahir dari semangat otonomi kampus dan terus berevolusi seiring dengan transformasi UPI menjadi universitas kelas dunia.
๐ Tonggak Sejarah Transformasi
- 2004: Era Baru Kemandirian (BHMN) Lahirnya MWA ditandai dengan perubahan status UPI menjadi Badan Hukum Milik Negara (BHMN) melalui PP No. 6 Tahun 2004.Perubahan Signifikan: Pemilihan Rektor tidak lagi hanya domain Senat, melainkan melibatkan MWA yang merepresentasikan pemerintah dan masyarakat luas.
- 2014: Penguatan Institusi (PTN-BH) Posisi MWA semakin kokoh ketika UPI bertransformasi menjadi Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN-BH). Berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 15 Tahun 2014 Tentang Statuta Universitas Pendidikan Indonesia, MWA ditetapkan sebagai organ pembuat kebijakan umum dan pengawas non-akademik tertinggi.
๐ฅ Struktur & Keanggotaan
MWA UPI adalah wujud kolaborasi multipihak. Terdiri dari 21 Anggota yang mewakili berbagai elemen strategis:
- Mentri (Ex-Officio)
- Rektor UPI (Ex-Officio)
- Unsur Senat Akademik
- Unsur Masyarakat
- Tenaga Kependidikan
โณ Jejak Kepemimpinan (Periode 2004 โ 2030)
Setiap periode kepemimpinan MWA membawa misi dan fokus yang berbeda dalam memajukan UPI. Berikut adalah lini masa pengabdian MWA:
| Periode | Rentang Waktu | Fokus & Keterangan |
| I & II | 2004 โ 2014 | Fase Fondasi: Masa awal UPI berstatus BHMN. |
| III | 2015 โ 2020 | Fase Transisi: Penyesuaian Statuta menuju PTN-BH di bawah pimpinan Dr. (HC). KH. As’ad Said Ali. |
| IV | 2020 โ 2025 | Fase Digitalisasi: Penguatan Smart Management System di bawah pimpinan Jenderal TNI (Purn.) Dr. (H.C.) Agum Gumelar, M.Sc. |
| V | 2025 โ 2030 | Fase Saat Ini: Era baru di bawah kepemimpinan Komjen. Pol (Purn) Drs. Nanan Soekarna, M.Kom. |