Skip to content

Kepemimpinan Kolektif
(Primus inter pares)

Kepemimpinan dalam Majelis Wali Amanat (MWA) UPI menganut prinsip kolektif–kolegial yang diwujudkan melalui konsep primus inter pares (yang pertama di antara yang setara). Konsep ini menegaskan bahwa pimpinan MWA bukanlah pemegang kekuasaan absolut, melainkan koordinator yang memfasilitasi kerja kolektif seluruh anggota MWA.


1. Makna Primus inter pares dalam MWA UPI

Primus inter pares berarti Ketua MWA dipilih dari dan oleh anggota MWA, serta memiliki kedudukan setara secara substantif dengan anggota lainnya. Keistimewaan Ketua MWA bersifat fungsional, bukan hierarkis, yaitu:

  • Memimpin dan mengoordinasikan jalannya rapat MWA;
  • Menjaga tertibnya proses musyawarah dan pengambilan keputusan;
  • Mewakili MWA secara kelembagaan tanpa mengambil alih kewenangan kolektif anggota.

Dengan demikian, kepemimpinan MWA tidak berorientasi pada figur, melainkan pada sistem dan mekanisme bersama.


2. Implementasi Kepemimpinan Kolektif dalam Pengambilan Keputusan

Dalam praktik tata kelola MWA UPI:

  • Setiap keputusan strategis ditetapkan melalui rapat MWA dan disepakati secara kolektif, baik melalui musyawarah mufakat maupun mekanisme pemungutan suara.
  • Hak suara dan hak berpendapat setiap anggota MWA memiliki bobot yang sama, termasuk Ketua MWA.
  • Ketua MWA tidak memiliki kewenangan unilateral untuk menetapkan kebijakan di luar keputusan bersama.

Hal ini mencerminkan bahwa otoritas tertinggi berada pada forum MWA, bukan pada individu pimpinan.


3. Hubungan Kepemimpinan Kolektif dengan Statuta UPI

Statuta UPI mengatur bahwa:

  • MWA merupakan organ kolektif yang menjalankan fungsi penetapan kebijakan umum dan pengawasan non-akademik universitas.
  • Ketua MWA menjalankan peran sesuai ketentuan Statuta dan tata tertib MWA, bukan sebagai atasan struktural anggota.
  • Setiap tindakan dan keputusan Ketua MWA harus berdasarkan mandat forum MWA.

Dengan pengaturan ini, Statuta UPI memperkuat praktik kepemimpinan kolektif berbasis primus inter pares.


4. Nilai Strategis Kepemimpinan Kolektif bagi Tata Kelola UPI

Penerapan kepemimpinan kolektif dalam MWA UPI memiliki nilai strategis, antara lain:

  • Mencegah konsentrasi kekuasaan pada satu individu;
  • Mendorong partisipasi aktif seluruh anggota MWA;
  • Menjamin objektivitas dan keseimbangan kepentingan, mengingat latar belakang anggota MWA yang beragam;
  • Memperkuat legitimasi kebijakan, karena lahir dari kesepakatan bersama.

Dengan demikian, kepemimpinan kolektif berkontribusi langsung terhadap terwujudnya good university governance di UPI.

Kepemimpinan kolektif dengan prinsip Primus Inter Pares pada MWA UPI menegaskan bahwa kepemimpinan dijalankan secara setara, demokratis, dan berbasis musyawarah. Ketua MWA berperan sebagai koordinator dan representasi kelembagaan, sementara kekuasaan substantif tetap berada pada forum MWA secara kolektif. Prinsip ini selaras dengan Statuta UPI dan menjadi fondasi penting dalam tata kelola universitas yang transparan, akuntabel, dan berkeadilan.